ISUPOLITIK.com – Ketua DPR Ade Komarudin berencana untuk meminta kepada menteri keuangan Sri Mulyani agar tidak melakukan pemangkasan tunjangan profesi guru (TPG), “Lebih Baik Potong Gaji Pejabat, Jangan Gaji Guru” tuturnya.

Ketua DPR Ade Komarudin yang biasa akrab di panggil Akom menyarankan kepada menteri keuangan Sri Mulyani Lebih Baik Potong Gaji Pejabat, Jangan Gaji Guru, untuk mempertimbangkan kembali pemangkasan anggaran TPG sebesar Rp. 23,4 Triliun di APBNP 2016 yang masuk dalam program penghematan anggaran negara tahun ini.

“Saya mau minta ke Bu Sri Mulyani, pas nanti kalau ketemu atau juga ke banggar, sebisa mungkin saya ingin menyaran kan jangan ada pemotongan tunjangan guru” kata Akom di kompleks Parlemen Jakarta.

Dia juga menyebutkan bahwa diri nya memahami kebijakan pemerintah yang berusaha melakukan penghematan belanja negara dengan memangkas pilihan triliun anggaran yang sudah di tetapkan dalam program. Tapi janganlah sampai memotong tunjangan untuk guru.

Kalau mau melakukan pemotongan kan masih banyak yang lain yang bisa di potong, seperti gaji pejabat, gaji anggota DPR yang sering absen tidak menghadiri rapat, atau yang kerja nya cuman tidur tiduran saat rapat. Sedangkan untuk guru yang sudah berjasa banyak, jangan lah mereka yang mengalami pemotongan, padahal mereka sudah bekerja sebaik baik nya terang Akom.

Gaji seorang guru tidak lah begitu besar, tapi kontribusi mereka untuk pendidikan negeri ini begitu banyak, jangan lah mempersulit hidup seorang guru lagi. Berikan mereka penghargaan. “Kita bisa menjadi seperti sekarang ini juga banyak jasa dari guru guru, tahu terima kasihlah” imbuhnya.

Memang benar yang di katakan oleh Akom, lebih bagus potong gaji pejabat dan anggota DPR yang tidak ada kerja dan cuman tidur saat rapat, buat apa mereka di gaji besar besar serta banyak tunjangan lagi, sedangkan kerja nya cuman datang duduk tidur. Terlalu nikmat hidup mereka anggota DPR.” pungkar politikus Golkar itu.

 

LEAVE A REPLY