ISUPOLITIK.com – Rizieq Shihab saat ini tampak nya mulai panik, karena sudah salah memancing kemarahan partai berlogo Banteng. Rupanya Rizieq salah memilih lawan, karena setelah partai PDI-P buka suara, Rizieq Shihab lemas diseruduk oleh banteng.

Lemas dan kehilangan dukungan, hal itu lah yang dialami oleh pentolan ketua FPI ini. Rizieq Shihab lemas diseruduk oleh banteng, setelah sebelum nya dia mengancam akan melaporkan ketua umum PDI-P, partai bergambar banteng ini. Tentu saja ini membangkitkan kemarahan dari para kader partai yang tidak terima Megawati Soekarno Putri dihina.

Analisa dari Evan Kurniawan di situs opini SEWORD ini membeberkan kemunafikan Rizieq Shihab, setelah pada kasus Ahok dia paling lantang bersuara untuk memenjarakan Ahok tanpa melakukan mediasi ataupun dialog apapun terhadap dugaan penistaan agama yang di lakukan Ahok, Sekarang ini malah dengan muka yang sangat tebal dia meminta pihak kepolisian melakukan mediasi dengan pihak pihak yang melaporkan Rizieq Shihab atas beberapa kasus. Berikut analisa nya dari Evan Kurniawan.

Evan Kurniawan – Rizieq Shihab sudah kalang kabut, tidak ada lagi tokoh yang bersuara membelanya. Kedatangannya ke DPR waktu lalu pun tidak membuahkan adanya tokoh terkenal yang mendukungnya.

Anda tahu apa lagi yang sungguh lucu? Sampai sekarang, tidak terdengar adanya kata maaf terucap dari mulutnya. Tapi, Rizieq dengan sangat tidak malunya meminta agar kasus-kasus pelaporan terhadap dirinya diselesaikan secara kekeluargaan. Hebat bukan? Rizieq tidak merasa bersalah namun berharap kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Panik, Panik dan Panik

Beberapa minggu belakangan Rizieq ditimpakan berbagai ‘hadiah’ pelaporan kepada polisi. Mulai dari  dugaan penistaan agama, terkait logo Bank Indonesia di uang kertas, dugaan penistaan terhadap Pancasila, dugaan penghinaan Kapolda Metro Jaya serta hansip, dan terkait pernyataan soal “sampurasun”.

Bila kasus Ahok merupakan hasil editan Buni Yani, kali ini tidak ada orang yang mengeditnya untuk menjadi provokatif. Memang kata-katanya sudah provokatif, tidak perlu diedit-edit lagi. Saat itu mungkin Rizieq merasa bahwa bekingannya masih bakal mendukungnya, jadi mulutnya bebas mengatakan apa saja. Namun naas, si Rizieq tidak menyadari bahwa apa yang dikatakannya akan kembali menghantuinya.

Sekarang Rizieq sudah dilaporkan oleh banyak pihak. Mulai dari kelas nasional hingga kelas ‘teri’, pokoknya lengkap. Saat masih awal gelombang pelaporan ini Rizieq masih saja tetap percaya diri. Malah beliau meminta agar yang melaporkannya mencabut laporan tersebut dan meminta maaf. Bisa anda lihat betapa arogannya orang yang satu ini?

Namun sekarang lain, publik sudah menyerangnya secara bertubi-tubi. Bisa dibilang selain FPI sudah tidak ada lagi pihak yang berani pasang badan membela Rizieq. Bahkan MUI sendiri sudah mulai cuci tangan dari masalah ini. Rizieq merupakan ketua pembina GNPF MUI, dan sekarang MUI mengatakan bahwa GNPF MUI tidak ada hubungannya dengan MUI.

Yang satu ini kita boleh tertawa, MUI mulai menghindar saat publik sudah panas. Ini sunggu munafik, bila memang tidak ada hubungan kenapa tidak mengatakannya sejak dulu? Mengapa harus sekarang saat bola sudah panas? Bukankah ini titik-titik?

Sekarang sudah tidak ada lagi yang berani secara terbuka mendukung Rizieq. Bahkan bisa dibilang beking-nya sudah lari semua, meninggalkan Rizieq sebagai tumbal. Tentu saja Rizieq masih bisa ‘mengancam’ bekingnya bahwa dia akan membeberkan semuanya saat persidangan. Entah apa Rizieq dapat menjadi jalan masuk menuju para ‘Big Boss’ sebenarnya.

Kekeluargaan Saat Sudah Sekarat

Meski tidak salah, Ahok sudah meminta maaf kepada Umat Muslim. Sebelum persidangan pun Ahok sudah menyatakan akan menjalankannya demi terlihat siapa yang benar dan siapa yang salah.

Bagaimana dengan Rizieq? Saat diperiksa jadi saksi saja perlu dikawal ribuan orang. Ini sudah intimidasi, tidak berani menghadapi kepolisian sendiri. Bila tidak salah, kenapa takut? Setelah diperiksa pun masih bisa arogan, sesumbar menyuruh yang melaporkannya meminta maaf.

Sampai sekarang, masih belum terdengar kata-kata maaf dari mulut Rizieq mengenai ucapannya yang sudah banyak menghina berbagai pihak. Namun bisa-bisanya orang ini meminta jalan kekeluargaan. Serius? Minta maaf saja belum sudah berharap anda bisa dimaafkan?

“Janganlah kita coba saling lapor karena ini bisa mengantarkan kepada konflik horizontal. Mestinya, kepolisian menjembatani”

Lihat apa yang dikatakan Rizieq. Bukankah dia sendiri yang paling getol menuntut agar Ahok ditangkap? Tapi saat dia sendiri terancam langsung berani mengatakan ‘janganlah kita coba saling lapor’? Ini sudah munafik kuadrat, bahkan pangkat tiga!

Untung saja kepolisian menjawabnya dengan jelas, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya siap memberi penjelasan yang diperlukan. “Polri akan memberikan klarifikasi, penjelasan, sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum, sebagai bentuk akuntabilitas tindakan kepolisian. Jika itu adalah bagian yang harus dijelaskan, pasti akan dijelaskan dengan baik,”

Tidak langsung mengiyakan apa yang inginkan orang yang satu ini. Enak saja, Ahok mesti disidang berkali-kali, eh malah minta kasusnya bisa ‘kekeluargaan’. Saya sendiri berharap agar kepolisian mengusut semua kasus yang menjeratnya. Jangan hanya kasus Pancasila saja, tapi semuanya agar terlihat keadilan hukum di negeri ini.

Mungkinkah ini saat-saat terakhir FPI? Bila Rizieq ditahan maka FPI akan kehilangan arah. Para petingginya tidak berani lagi berbicara lantang karena pemerintahan kita sekarang ternyata tidak hanya bilang prihatin. FPI akan tenggelam, kalau masih berani muncul pasti akan diserang publik. Semoga saja kepolisian kita bisa tegas, jangan mau dipengaruhi massa. (18/01/2017)

 

LEAVE A REPLY