ISUPOLITIK.com – Tergelitik untuk membahas seorang calon gubernur yang saat ini berlaga di Pilgub DKI Cagub No Urut 1 – Agus Yudhoyono, yang menurut saya masih belum cocok menjadi seorang gubernur, Inilah Alasan Kenapa Agus Belum Cocok Jadi Gubernur.

Alasan Kenapa Agus Belum Cocok Jadi Gubernur. adalah dia adalah seorang mayor yang tiba tiba berhenti dari kemiliteran untuk maju sebagai gubernur, sungguh sangat mengejutkan jika mengingat betapa media memberitakan karir nya yang cemerland di militer. Dengan berbagai prestasi dan penghargaan serta di tambah pernyataan nya di acara Mata Najwa yang lalu mengatakan ingin fokus di militer jauh sebelum ajang pilgub DKI di mulai, kenapa sekarang tiba tiba berbalik arah?

Karena jujur, dari segi kemampuan dan kapasitas nya, masih belum bisa untuk menjadi seorang gubernur, apalagi gubernur Jakarta, ibukota negara Indonesia yang kompleks dengan berbagai permasalahan yang belum bisa di bereskan oleh banyak Gubernur sebelum Ahok. Padahal kalau mau di bilang gubernur gubernur sebelum Ahok bukan nya tidak memiliki kemampuan dalam hal menata kota dan bahkan berpendidikan tinggi, hanya mungkin yang kurang adalah tata cara mengatur keuangan nya saja..masih sering bocor..

Apa alasan nya Agus tiba tiba ingin menjadi gubernur? inilah yang menjadi pertanyaan nya karena sebelum nya dia sudah berkata tidak tertarik di politik, tapi berubah lagi saat ini katanya ingin mencoba dan menambah pengalaman. Apakah Jakarta adalah suatu tempat percobaan atau tempat belajar bagi Agus untuk menambah pengalaman?

Saya juga melihat selama ini dari sisi kemandirian Agus seperti nya kurang, masih anak papa..kenapa saya bisa bilang seperti itu? Itu semua bisa jelas kita lihat dari gaya hidup nya Agus. Dia yang mantan mayor ini apakah sudah punya usaha yang di jalankan nya? apakah sudah punya pengalaman bisnis? atau masih hidup pakai duit orang tua nya? Pernikahan nya yang wah saja pasti nya masih biaya dari orang tua, karena dengan gaji nya di kemiliteran seperti nya tidak mungkin bisa membuat pesta pernikahan yang sedemikian mewah. Nah jadi tanda tanya kan bisa tidak nya seorang Agus mengatur sebuah kota, sedangkan selama hidup nya semua tinggal minta dan terima beres.

Dan jika nanti nya Agus benar menjadi gubernur, tentu nya dengan pengalaman yang minim seperti itu dia harus banyak mendengar dan menerima arahan dari orang lain untuk bisa bekerja dengan optimal sebagai gubernur. Nah orang yang akan memberikan arahan itu tentu nya orang partai dan juga sang papa. Maka sebenar nya tidak bisa di pungkiri bahwa Agus hanya akan berperan sebagai gubernur boneka yang di gerakkan untuk kepentingan orang orang dibelakang nya untuk memuluskan dan membuka kembali keran korupsi yang tersumbat selama Ahok menjabat. Tentu nya pendukung di belakang Agus yang sudah berinvestasi milyaran rupiah untuk kampanye Agus tidak mau rugi.

Dari berbagai kesempatan wawancara dan tampil di acara sebenar nya sudah tampak dengan jelas bahwa Agus memang minim pengalaman. Sedangkan program yang di kampanyekan saja masih minjam program sang ayah. Program obat bius, kenapa saya bilang obat bius? karena program yang di jalan kan tersebut sama hal nya seperti obat bius, membuat masyarakat tenang meskipun negara sakit dan hancur keuangan nya. Yang penting rakyat tenang dan tidak demo, korupsi berjamaah juga bisa jalan terus dan perkaya diri sebanyak mungkin sebelum lengser. Toh mereka juga tidak perlu pusing, yang penting selama masa jabatan kumpulkan dulu uang sebanyak mungkin, tidak peduli hutang terus bertambah dan uang rakyat di makan. Setelah lengser kan ga perlu pusing lagi, nanti nya biar gubernur selanjut nya yang pusing tujuh keliling beresin. Nah sama persis kan seperti jejak sang ayah?

Itu hanya beberapa hal yang membuat Agus sebenarnya belum layak menjadi seorang gubernur. Kalau gagal jadi gubernur, mungkin agus bisa coba dulu jadi kepling atau kepala desa. Nambah pengalaman seperti kata Agus.

LEAVE A REPLY