ISUPOLITIK.com – KAPOLRI Jendral Tito Karnavian mengungkapkan tekanan yang di hadapi nya menjelang demo 4 November 2016 kemarin.

Tekanan dan ancaman dari Rizieq dan MUI Kepada KAPOLRI itu terjadi tepat setalah aksi demonstrasi pertama pada tanggal 14 Oktober 2016 yang juga menuntut penegakan hukum terhadap Gubernur Pertahana Basuki Tjahaja Purnama.

Tito Karnavian mengkonfirmasikan bahwa memang ada beberapa elemen masyarakat yang menuntut agar proses hukum tersebut di jalankan pada 18 Oktober datang menemui nya. Diantara nya adalah Bachtiar Nasir, Habib Rizieq, MUI dan beberapa pengurus lain nya. Hal tersebut di ungkapkan nya pada acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di tvONE pada Selasa 8 November 2016.

“Mereka meminta agar proses hukum segera di laksanakan dan memaksa pihak Kepolisian untuk segera mengambil tindakan hukum terhadap Gubernur Pertahana Ahok, bahkan memaksa untuk menangkap terlebih dahulu baru di cari pasal nya.” Ungkap Jendral Tito Karnavian.

Tito Karnavian kemudian menyampaikan bahwa proses hukum sudah di gulirkan, dengan di mulai nya langkah langkah penyelidikan. Proses hukum ada tata cara nya yaitu penyelidikan baru kemudian penyidakan, tidak bisa seenak nya mengikuti kemauan dari suatu pihak.
Namun pihak yang datang menemui KAPOLRI ini tidak di terima penjelasan nya oleh delegasi yang bertemu langsung. Mereka pun mengancam akan melakukan aksi demonstrasi yang lebih besar lagi.

Mantan KAPOLDA METRO JAYA tersebut mengatakan bahwa pihak yang datang di pimpin oleh Bachtiar Nasir tersebut mengancam kalau tidak ada penindakan yang cepat, maka mereka akan melaksanakan aksi demonstrasi yang lebih besar dari sebelumnya. Tito melihat bahwa itu adalah suatu tekanan terhadap Kepolisian, padahal hukum sudah di jalankan dan seharus nya pihak tersebut menghargai proses nya bukan hanya mau keinginan mereka yang di turuti.

“Ini adalah negara hukum, seharus nya mereka sadar akan hal itu. Hukum tentu ada prosesnya dan tidak bisa langsung dilangkahi hanya karena permintaan dari satu pihak. Justru mereka harus menghargai karena hukum di Indonesia benar benar di jalankan.” tutup nya.

LEAVE A REPLY