ISUPOLITIK.com – Menjelang aksi “damai” 2 Desember nanti,┬áDensus 88 Tangkap Teroris Yang Akan Bom Gedung DPR Untuk Memulai Keributan dan Provokasi Dengan Tujuan nya Menlengserkan Pemerintahan Saat ini.

Densus 88 Tangkap Teroris Yang Akan Bom Gedung DPR Untuk Memulai Keributan Di Aksi 2 Desember nanti untuk menganggu kestabilan negara dan mungkin berencana mengulangi kerusuhan yang pernah terjadi di tahun 98.

Lokasi yang dia incar antara lain Gedung DPR, Mabes Polri, dan Markas Komando Brimob Polri. “Pada waktunya, sasaran akan ditujukan ke Gedung DPR, Mako Brimob, Mabes Polri, kedutaan tertentu, stasiun TV, tempat ibadah, dan kafe,” ujar Rikwanto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Rencananya serangan akan dilakukan akhir tahun 2016. Rikwanto mengatakan, RPW dan jaringannya sengaja menyasar tempat-tempat yang berpengaruh di Indonesia.

Tujuannya, jika tempat-tempat itu berhasil diledakkan, maka mereka mendapat sorotan serta aksi kerusuhan bisa saja terulang kembali dan kestabilan negara akan terganggu sesuai dengan harapan mereka. “Seperti bom Thamrin kemarin, mereka menyasar keramaian, mereka berani meledakkan, dan berani mati, itu gemanya mendunia. Jadi, ada efeknya,” kata Rikwanto.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, para teroris sengaja mengincar simbol demokrasi. Rikwanto mengatakan, Gedung DPR merupakan simbol demokrasi.

Mabes Polri dan Mako Brimob mewakili tempat penegak hukum yang merupakan bagian dari demokrasi. “Karena kelompok radikal itu sangat antidemokrasi,” kata Rikwanto.

RPW meracik sendiri bom itu di laboratorium kecil di rumahnya. Bahan-bahan kimia tersebut bisa didapatkan dengan mudah dengan harga yang terjangkau.

Saat Densus 88 menangkap RPW di rumahnya, berbagai bahan kimia turut disita. “Tinggal dikombinasikan dengan ditambah booster dan paku bisa menciptakan bom yang dahsyat,” kata Rikwanto.

Pembuatan bahan peledak itu dilakukan berdasarkan pesanan dari anggota kelompoknya sendiri. RPW merupakan anggota kelompok teroris yang dipimpin oleh Bahrun Naim. Pemesan tersebar dari Pulau Jawa, Sumatera, hingga Nusa Tenggara.

“Dalam kegiatannya, dibantu beberapa rekannya yang masih dalam pencarian. Inisialnya sudah ada, tinggal pencarian,” kata dia.

LEAVE A REPLY