ISUPOLITIK.com – Ternyata cagub DKI yang di kenal santun dan bersih Anies Ketahuan Bawaslu Bagikan Uang Saat Blusukan. Inilah money politic yang sangat kental di Indonesia sebelum jaman nya Ahok dan Jokowi.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta mengeluarkan hasil evaluasi untuk kampanye pilgub DKI yang sudah berjalan selama 2 pekan. Dari laporan tersebut di ketahui Anies Ketahuan Bawaslu Bagikan Uang Saat Blusukan. Pasangan cagub nomor tiga ini di duga melakukan pelanggaran kampanye di salah satu tempat ibadah.

Cagub DKI Jakarta ini mengaku belum menerima informasi tersebut dan menampik tudingan diri nya berbuat curang. Anies beralasan bahwa dia saat itu hanya datang untuk sholat dan di minta untuk memberikan sambutan. Namun dia menolak untuk berkampanye di tempat itu, namun dia berterima kasih sudah di sambut baik disana.

Selain pelanggaran yang disebutkan, pasangan Anies-Sandiaga juga ketahuan melakukan pelanggaran lain nya. Diantaranya adalah 1 aduan politik uang, 1 aduan relawan tidak terdaftar, 1 aduan keterlibatan anak kecil dalam kampanye, penggunaan tempat ibadah 1 aduan dan terakhir 2 aduan relawan tidak terdaftar. Total nya ada 6 pelanggaran dalam 2 minggu masa kampanye, meskipun masih kalah dari pasangan Agus-Sylvi yang sudah mencapai 15 pelanggaran hanya dalam 2 minggu.

Anies mengatakan bahwa jumlah relawan nya semakin banyak, dan dia berencana mendata ulang semua relawan nya dan di daftarkan kembali ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). “Kita akan daftarkan ulang karena penambahan nya banyak sekali, dan masih banyak yang belum terdaftar ini” terangnya.

Soal laporan dugaan anak kecil di ikut sertakan dalam kampanye, Anies beralasan bahwa hal tersebut tidak bisa di hindari. Anak anak tersebut berada di lokasi kampanye dan pasti nya akan datang ikut melihat.

Anies juga mengatakan bahwa laporan mengenai anak anak tersebut tidak bisa di kategorikan pelanggaran karena dia datang bukan dalam acara pawai, tapi “blusukan” menemui warga, ibu-ibu anaknya di rumah tidak ada yang mengawasi. Jadi itu menjadi dilema yang tidak gampang. Lain kalau kita melakukan pengumpulan massa di luar, kemudian anak anak di ikut sertakan baru salah alasan nya.

Saat sekertaris pemenangan Anies-Sandi di mintai konfirmasi mengenai pelanggaran tersebut, Syarief hanya mengatakan bahwa Anies tidak ada maksud untuk menodai kegiatan agama dengan kegiatan politik. Dia beralasan Anies memang banyak diundang menjadi khatib.

Syarief juga beralasan dugaan money politic itu tidak benar karena Anies memberikan uang kepada anak yatim, karena pada saat kampanye bertepatan dengan hari raya Islam. Jadi bukan memberikan uang kepada calon pemilih, itu uang santunan berbeda dong dengan uang sogokan terang nya.

Bagaimana menurut anda? Bedakah santunan dengan sogokan saat musim Pilgub seperti ini?

LEAVE A REPLY