ISUPOLITIK.com – Jumlah peserta aksi 212 yang di gadang gadang mencapai jutaan orang sebenarnya masih di ragukan. Peserta Aksi 212 Sebenarnya Tidak Seheboh Yang Disebutkan oleh para koordinator aksi.

Alifurrahman, alias Pakar Mantan yang merupakan founder dari SEWORD mencoba menganalisa berapa sebenar nya jumlah peserta aksi damai 212 itu, ternyata Peserta Aksi 212 Sebenarnya Tidak Seheboh Yang Disebutkan.

Setelah aksi 212 selesai, banyak klaim yang menyebut bahwa jamaah yang hadir mencapai 7 juta orang. Banyak juga teman-teman yang termehek-mehek haru bahwa ummat Islam bersatu tak bisa dikalahkan. Namun yang paling bikin mual-mual seperti habis naik perahu buat nyebrang Surabaya Sulawesi adalah pernyataan-pernyataan yang menyebut bahwa peserta 212 jauh lebih banyak ketimbang 411. Mual.

Klaim 7 juta orang inilah yang kemudian membuat beberapa orang yang pernah sekolah dan bisa berhitung kemudian memprediksi berdasarkan teori ilmiah. Menurut catatan luas Bundaran HI, Thamrin, Kebon Sirih, Merdeka Selatan, Merdeka Timur, Merdeka Barat, Budi Kemuliaan dan H Agus Salim, totalnya mencapai 67,000 m2. Artinya, kalau rata-rata ukuran sajadah 0.7 x 1.1 m maka dapat disimpulkan secara pasti bahwa 0.77 m2 adalah luas yang dibutuhkan untuk satu orang melakukan shalat.

Sehingga kalau dihitung 67,000 / 0.77 sama dengan 87,011 orang yang shalat di jalanan. Ditambah jumlah massa di Monas dengan luas 192,750 / 0.77 sama dengan 250,325 orang. Jadi total keseluruhan peserta 212 adalah 337,338 orang secara hitungan teori ilmiah.

Tapi begini, hitung-hitungan di atas itu hitungan pasti. Sebab ukuran badan seseorang berbeda-beda. Tidak pasti pas 0.77 m2. Kan bisa saja berdempetan dan sesak. Logika saja, saat shalat di masjid, bukankah tidak rata perbaris berjumlah 10 orang? Baris kedua bisa saja 12 karena kurus-kurus dan ramping, baris ketiga bisa malah hanya menampung 9 orang karena seksi-seksi. Sehingga bisa saja memang mencapai 7 juta orang bukan? Hehe

Dalam ilmu statistik, ada yang namanya rata-rata dan tingkat kesalahan, atau kalau dalam survey disebut margin of error. Artinya, jika rata-rata luas sajadah adalah 0.77 m2, dengan tingkat kesalahan 100% karena satu sejadah pada aksi 212 dipakai berdua, maka jumlahnya adalah 337,338 dikalikan dua. Masih jauh dari angka 7 juta orang seperti klaim para tetangga sebelah. Sudah begitu, tidak mungkin juga angka ini dipaksakan untuk diterima akal dan dibenarkan. Kerbau pun bisa ngakak kalau ada yang klaim seperti itu.

Sampai di sini mungkin ada salah satu pembaca seword yang nyasar karena tergiur melihat judulnya. Haha tenang, saya akan berikan sedikit pembelaan agar kalian senang, tapi tetap menggunakan logika sederhana.

Jadi begini, sebenarnya peserta aksi 212 itu tidak semua shalat di monas atau di jalanan. Sebagian mereka shalat di masjid-masjid Jakarta, salah satunya di istiqlal. Masjid terbesar di kawasan Asia Tenggara ini mampu menampung 200,000 jamaah. Artinya kalau satu sejadah berdua semua, tak perduli besar kecilnya orang, maka istiqlal bisa menampun 400,000 orang.

Itu masih satu istiqlal, ditambah seluruh masjid-masjid yang ada di Jakarta, maka totalnya bisa mencapai lebih dari 10 juta jamaah. Meskipun jumlah penduduk Jakarta hanya 10 juta jiwa dan tidak semuanya laki-laki yang harus shalat jumat, tidak semuanya baragama Islam, tapi mengingat juga banyak buruh dan pekerja dari luar Jakarta, maka estimasi 10 juta jamaah di seluruh masjid Jakarta adalah hitungan yang cukup masuk akal. Minimal tak sampai membuat banyak kerbau tertawa sambil guling-guling.

Untuk itu, dengan jumlah 10 juta jamaah, ditambah hitungan rumus satu sejadah berdua, maka kemungkinan jamaah mencapai 12 juta orang. Apalagi ditambah fakta bahwa yang datang pada aksi 212 itu juga banyak dari kalangan perempuan dan anak-anak. Mereka bisa saja sedang haid atau libur shalat. Bisa juga shalatnya nanti-nanti menunggu acara selesai. Jadi tidak bisa dimasukkan dalam rumus 0.77 m2 sehingga kemungkinan jumlahnya memang lebih banyak, sebab mereka berdiri rapat-rapat sampai semua ‘semesta’ bersatu. Halaaah opo seh.

Pada akhirnya, tidak mudah untuk menentukan mana hitungan yang paling benar. Sebab untuk hadir ke aksi 212 memang tak ada absensinya. Jadi tidak mungkin dihitung. Jika kita menggunakan teori ilmiah dan mengklaim bahwa massa tak sampai 400 ribu orang sebenarnya, jangan salahkan para pimpinan aksi 212 yang mengklaim mencapai 7 juta orang berdasarkan perasaan. Orang kan punya hak untuk mengklaim, ini negara demokrasi bung!

Peserta Aksi 212 Sebenarnya Tidak Seheboh Yang Disebutkan

Tapi atas nama Pakar Mantan dan spesialis titik-titik, pada artikel ini ijinkan saya memberikan perbandingan-perbandingan logis. Jumlah jamaah haji pada tahun 2016 menurut badan statistik Saudi mencapai 1.862.909. Angka ini pasti dan bukan prediksi lagi, sebab semua namanya tercatat. Sekarang bandingkan dengan aksi 212, lihatlah mana yang lebih banyak? Jika memang lebih banyak aksi 212, maka saya sebagai rakyat Indonesia cukup bersyukur. Sebab Monas ternyata tak kalah menarik dari ka’bah. Tapi saya jadi agak sedih, karena mereka datang ke Monas untuk menuntut Ahok, datang karena Ahok, berdoa karena Ahok. Ahok yang non muslim dan hanya Gubernur DKI.

Begitulah kura-kura.

LEAVE A REPLY