ISUPOLITIK.com – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah Klaim Bela Jokowi Soal Aksi Makar, Sungguh Suatu Pernyataan Yang Sangat Lucu Datang Dari Provokator Utama Yang Berorasi Menggulingkan Presiden Pada Demo 411.

Fahri Hamzah Klaim Bela Jokowi Soal Aksi Makar, bahkan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menyatakan kesiapannya untuk ‘pasang badan’ membela Presiden Joko Widodo jika ada rencana makar atau penggulingan terhadap presiden pada aksi demonstrasi lanjutan 2 Desember.

“Bila ada yang menjatuhkan Pak Jokowi secara ilegal, saya membela Pak Jokowi secara terbuka,” kata ‎Fahri di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/11).

Fahri berpendapat, pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang menyebut ada upaya makar dalam aksi 25 November di DPR dan 2 Desember tidak perlu disampaikan. Sebab, kata dia, penggulingan presiden hanya bisa dilakukan dengan cara-cara yang konstitusional.

“Presiden hanya mungkin dijatuhkan bila ada pasal-pasal yang menjatuhkan seperti korupsi, berkhianat kepada bangsa negara, dan pidana berat,” kata Fahri.

Sangat kontras berbeda dengan orasi nya pada saat demo 411 yang dimana dia dengan jelas mengatakan cara menjatuhkan presiden itu ada 2, parlemen ruangan atau parlemen jalanan.

Fahri meminta agar aparat keamanan cukup menjalankan tugas mengamankan demonstrasi berjalan damai. Ia juga mengimbau agar Jokowi tetap tenang dalam menanggapi isu makar.

Mungkin saat ini Fahri Hamzah sudah ketakutan akan terjerat kasus hukum karena perkataan nya maka dia mulai menjilat presiden Jokowi, dengan harapan bahwa presiden Jokowi akan membantu nya terlepas dari jeratan hukum jika menjadi tersangka makar nanti.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam pernyataannya kemarin menyebut ada sekelompok orang yang berniat ‘menguasai’ Gedung DPR RI dalam satu aksi pada 25 November nanti.

Sementara itu, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI belakangan membatalkan aksi pada 25 November dan menggantinya pada 2 Desember nanti. GNPFMUI juga menegaskan tak terkait dengan rencana aksi 25 November.

Presiden Jokowi sendiri mengaku tak khawatir dengan munculnya isu penjegalan bahkan makar yang menyertai demo lanjutan 25 November dan 2 Desember mendatang.

Jokowi menegaskan, Indonesia merupakan negara hukum serta berlandaskan aturan dan perundang-undangan yang berlaku. Sehingga dia meyakini demonstrasi akan berjalan damai sesuai koridor aturan.

LEAVE A REPLY