ISUPOLITIK.com – Ustadz Muhammad Nur Maulana atau yang lebih dikenal dengan Ustadz Maulana yang menjadi pembawa acara dalam Islam itu Indah baru-baru ini mendapat kecaman dari tokoh agama dan netizen. Ini Pendapat Ustad Maulana Soal Pemimpin Non Muslim

Pasalnya ‘ustadz selebriti’ ini mengeluarkan wejangan yang dianggap kontroversial, bahwa memilih pemimpin beda agama tidak perlu menjadi perosalan. Ini Pendapat Ustad Maulana Soal Pemimpin Non Muslim

Jika anda menyimak video berikut ini sebenarnya kontroversi itu tidak jelas. Karena ada yang diutarakan oleh Ustadz Maulana tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip kepemimpinan.

Yang ditekankan oleh Ustadz Maulana ialah tidak usah mempersoalkan latar belakang seorang pemimpin , asalkan dia mempunyai integritas dan kapabilitas untuk memimpin.

Inilah contoh seorang ustad yang mengajarkan bahwa Islam itu damai dan mau menghargai perbedaan bukan seperti “ulama ulamaa” bergamis putih yang mengajarkan kekerasan dan merasa diri nya lebih tinggi dari agama.

Ustadz Maulana membandingkannya dengan penumpang pesawat. Jika kita mau naik pesawat kita tidak akan bertanya kepada pramugari apa agama pilot pesawat itu. Kalau beda, apakah kita akan pindah pesawat? Konyol sekali jika tersjadi hal seperti itu.

Demikian juga dalam mempimpin negara atau unsur-unsur negara agama tidak penting. Yang terpenting adalah dia memiliki komitmen untuk memperbaiki taraf hidup orang banyak, tidak korup, tidak primordial, memperjuangkan nilai-nilai universal, dan lain sebagainya.

Beliau bahkan menyebutkan bahwa membersar-besarkan agama seseorang, apalagi menjelekkan seseorang hanya karena agamanya berbeda dari agama kita adalah bentuk dari black campaign, Kampanye Negatif.

Efek buruk politisasi Agama, yang disebutkan Ustadz Maulana sebenarnya bukan hal baru. Karena sudah banyak terjadi di Indonesia, bahkan saat pilpres 2014 juga terjadi.

Sebelum Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pernah melontarkan kepada para Politikus yang mencampurkan agama dan politik demi kepentingan pribadi. Yang berakhir menjadi kasus penistaan agama yang di provokasi oleh Buni Yani lewat video nya.

Bahkan Ahok dengan tegas mengatakan negara ini rusak karena orang mencampurkan agama dan politik. Ada penjabat yang akhlaknya baik, tapi munafik. Ke mana-mana mereka berbicara yang elok untuk menarik simpati orang. Tetapi dibalik itu mereka semua menyembunyikan kekurangan terbesar mereka, misalnya tidak transparan dalam melaporan harta kekayaan.

Bagi Ahok berbicara soal agama dan politik hanya menghabiskan energi. Karena itu dia memilih untuk terus menerus melakukan perbuatan baik bagi orang lain, tanpa pandang bulu.

Berikut Video nya:

LEAVE A REPLY