ISUPOLITIK.com – Sebuah artikel dari SEWORD.com yang di tulis oleh ALIFURRAHMAN Ini Tamparan Keras Untuk Aa Gym Yang Bicara Soal Akhlak

Ini Tamparan Keras Untuk Aa Gym Yang Bicara Soal Akhlak dari ALIFURRAHMAN alias “Pakar Mantan” di situs nya SEWORD.com, artikel ini di buat untuk menjawab cuitan Aa Gym di twitter yang menyindir presiden jokowi, berikut tulisan nya.

Ini Tamparan Keras Untuk Aa Gym Yang Bicara Soal Akhlak

Saya agak tergelitik dengan tweet Aagym. Sumpah, ini tweet paling absurd yang pernah saya baca. Niatnya jelas menyerang Jokowi baik sebagai Presiden Indonesia. Sebab kerja, kerja, kerja merupakan tagline pemerintahan kabinet kerja. Jadi kalau kemudian Aagym menyebut persis 3 kali, lalu menambahkan dengan harus akhlaq, akhlaq, akhlaq, itu pasti Aagym dalam posisi menyalahkan Presiden Jokowi. Sekali lagi ini pasti.

Pertanyaannya kemudian, relevankan tweet Aagym dengan kondisi Indonesia atau dengan posisi Jokowi sebagai Presiden negeri ini? Mari kita analisa dari kacamata Iwan Fals sebagai musisi legendaris dan yang kerap hasilkan lagu-lagu kritis.

Salah satu lagu Iwan Fals yang rilis pada tahun 2004, Manusia Setengah Dewa, mampu menjawab tweet Aagym di tahun 2016. Artinya, Aagym mengeluhkan sesuatu tapi Iwan Fals sudah menjawabnya 12 tahun yang lalu. Ini entah Aagym nya yang salah jaman atau Iwan Fals yang terlalu cerdas, yang itu silahkan pembaca seword simpulkan sendiri. Dan sebelum melanjutkan bahasan ini lebih jauh, mungkin ada baiknya kita baca liriknya sambil bernyanyi.

Wahai presiden kami yang baru

Kamu harus dengar suara ini

Suara yang keluar dari dalam goa

Goa yang penuh lumut kebosanan

Walau hidup adalah permainan

Walau hidup adalah hiburan

Tetapi kami tak mau dipermainkan

Dan kami juga bukan hiburan

Turunkan harga secepatnya

Berikan kami pekerjaan

Pasti kuangkat engkau

Menjadi manusia setengah dewa

Masalah moral masalah akhlak

Biar kami cari sendiri

Urus saja moralmu urus saja akhlakmu

Peraturan yang sehat yang kami mau

Tegakkan hukum setegak-tegaknya

Adil dan tegas tak pandang bulu

Pasti kuangkat engkau

Menjadi manusia setengah dewa

Melihat tahun rilisnya, 2004, maka jelas Iwan Fals ingin memberikan lagu tersebut kepada SBY karena pada dia menjadi Presiden yang baru. Pesan dalam lagu tersebut sangat jelas, Iwan Fals menginginkan Presiden menurunkan harga, membuka lapangan pekerjaan, peraturan yang sehat, adil dan tegas. Sementara soal moral, akhlak dalam lagu tersebut sangat jelas “biar kami cari sendiri.” Maksudnya tak akan minta contoh dari Presiden Indonesia. Rakyat Indonesia bisa cari moral dan akhlak ke tokoh agama masing-masing atau sosok selain Presiden.

Lagu “Manusia Setengah Dewa” ini masih sejalan, atau bisa juga lanjutan dari lagu “Bento” yang juga menyindir soal moral dan akhlak. Mari kita nyanyi lagi:

Obral soal moral, omong keadilan, sarapan pagiku

Aksi tipu-tipu, lobi dan upeti, woo jagonya

Maling kelas teri, bandit kelas coro, itu kantong sampah

Siapa yang mau berguru, datang padaku, sebut 3 kali namaku

Bento bento bento.. asik..

Banyak orang kemudian menyimpulkan bahwa lagu ini untuk Soeharto, karena bento berarti benci Soeharto. Dalam liriknya jelas membahas maling-maling tapi obral moral.

Iwan Fals tahun 2004 sudah lelah menunggu pemimpin yang mau bekerja. Bukan yang pamer soal moral dan omong kosong. Karena sudah puluhan tahun rakyat diberi obral moral dan omong kosong keadilan, padahal mereka hanyalah maling dan bandit.

Lagu Iwan Fals rilis tahun 2004, baru 10 tahun kemudian muncullah Jokowi dengan seruan kerja, kerja, kerja. Bekerja untuk memenuhi seluruh tuntutan yang dibutuhkan oleh rakyat Indonesia. Meskipun di sisi lain Presiden juga menunjukkan akhlaq yang luar biasa.

Jadi kalau sekarang Aagym menyindir akhlak, akhlak, akhlak, ini jadi sangat absurd. Sindirannya sudah kadaluarasa, sebab 12 tahun lalu sudah dijawab oleh Iwan Fals. Sementara soal akhlak, coba berikan saya satu saja akhlak Presiden Jokowi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Satu saja. Kalau jawabannya Presiden tidak berakhlak karena tidak menemui pendemo lalu disimpulkan menistakan ulama, anda harus baca artikel Pakar Mantan yang ini: https://seword.com/sosbud/jokowi-menistakan-ulama-yang-bilang-biadab-kurang-ajar-iblis-setan-dajjal/

Itu dari kacamata Iwan Fals untuk menjawab Aagym. Seharusnya Aagym yang merupakan tokoh agama dapat memberi contoh akhlak yang baik bagi rakyat Indonesia. Bukannya malah mencontohkan akhlak buruk dengan kawin cerai.

2006 lalu Aagym menikah lagi dengan Teh Rini, poligami. Pada tahun 2011 Aagym bercerai dengan istri tuanya, Teh Nini. Kemudian 2012 menikahi kembali Teh Nini.

Jika yang melakukan kawin cerai adalah artis, politisi atau Presiden sekalipun, itu tak terlalu jadi soal. Tapi kalau tokoh agama, apa kata dunia? Bagaimana mungkin tokoh agama yang tau tentang agama kemudian membuat keputusan-keputusan yang halal namun paling dibenci Tuhan?

Selain itu, poligami Aagym tidak seperti poligami yang dilakuan oleh Rasulullah. Aagym menikahi “daun muda” yang jauh lebih ehem ehem. Rasulullah melakukan poligami setelah Khadijah istrinya meninggal dunia. Rasulullah sempar jadi duda selama 4 tahun sebelum menikah lagi dan poligami.

Dari catatan poligami Rasulullah, hampir semua istrinya merupakan istri-istri sahabat yang wafat di medan perang. Hanya Aisyah yang menyandang status gadis, dinikahi saat berusia 9 tahun namun baru bersama setelah cukup umur. Tujuan Rasulullah SAW menikahinya adalah untuk mendekatkan hubungan dengan keluarga Abu Bakar (yang merupakan sahabat utama Rasulullah SAW dan merupakan khalifah pertama setelah Rasulullah SAW meninggal).

Poligami ala Rasulullah dan ala artis atau Aagym sangat jauh berbeda. Poligami di jaman sekarang sudah sangat mengedepankan hawa nafsu. Bahkan hanya nafsu ehem ehem.

Nah kalau Aagym mau agar pemimpin atau Presiden tidak cukup kerja, kerja, kerja, mungkin Aagym sadar bahwa dirinya sebagai tokoh agama sudah tak mampu memberikan contoh akhlak yang baik.

Tapi sebenarnya Aagym tak perlu terlalu risau, masih banyak kyai NU dan Muhammadiyah yang moral dan akhlaknya bagus. Kyai-kyai yang tak memiliki argo atau tarif untuk setiap ceramahnya seperti Aagym. Kyai-kyai yang tak bernafsu untuk menikahi daun muda yang masih semlohai, semox dan licin untuk jadi istri kedua atau ketiga.

Jadi, sudahlah nyinyir pada bukan zamannya, akhlaknyapun jauh lebih buruk dari yang disindir. Minimal sampai detik ini Presiden Jokowi setia dengan Bu Iriana dan belum ada tanda-tanda segera menikahi Isyana atau Raisha.

Begitulah kura-kura.

Selengkapnya: https://seword.com/sosbud/aa-gym-sindir-akhlak-jokowi-padahal-sendirinya-bobrok1/

Penulis: ALIFURRAHMAN

LEAVE A REPLY