ISUPOLITIK.com – Senin sore (19/08) seorang Ambasador Rusia Ditembak Mati Oleh Jihadis pada saat menghadiri sebuah pameran seni.

Sebuah aksi yang mendapatkan banyak kecaman dari pemerintah seluruh dunia ini terjadi sangat tiba tiba, seorang Ambasador Rusia Ditembak Mati Oleh Jihadis pada saat sedang meresmikan sebuah acara di sebuah pameran kesenian.

Ambasador Rusia itu tewas di tembak oleh seorang pembunuh di Gedung Pameran Ankara Art. penembak yang berkebangsaan Turki itu meneriakkan “Allahu’akbar” dan “Jangan lupakan Aleppo, Jangan lupakan Syria”. Serangan ini disebut oleh pimpinan Turki dan Rusia sebagai serangan provokatif oleh teroris.

Insiden penembakan ini merupakan sebuah tamparan keras yang memalukan bagi kegagalan pengamanan di ibukota Turki. Hal ini juga membuat Turki dan Rusia harus menghadapi krisis baru sehubungan dengan konflik di Syria yang sudah berjalan di tahun ke 6 sejak perang nya di mulai.

Implikasi jangka panjang nya terhadap kerja sama Rusia dan Turki ini masih belum bisa di pastikan, karena kedua negara ini barusan saja kembali akur setelah sempat bersitegang beberapa tahun lalu. Namun menurut beberapa analisa pakar bahwa serangan dari teroris ini akan mengarah kepada konflik baru, dimana para negara negara di dunia akan semakin erat kerja sama nya dalam memerangi terorisme.

Vladimir V. Putin, Presiden Rusia dalam konferensi persnya di media mengatakan bahwa Ambasador Rusia itu Mr. Karlov telah di bunuh dengan cara yang menjijikkan untuk mensabotase kerja sama dengan Turkey. Mr. Putin juga telah berbicara langsung dengan Presiden Turki, Mr. Recep Tayyip Erdogan melalui telepon, dan kedua pemimpin itu setuju untuk meningkatkan hubungan kerja sama dalam menyelidiki pembunuhan ini dan melawan terorisme secara frontal.

Dalam sebuah rapat darurat dengan Menteri Luar Negeri Sergey V. Lavrov dan para pejabat tinggi lain nya, Mr. Putin mengatakan bahwa hanya ada satu jalan yang harus di ambil untuk menyingkapi masalah pembunuhan ini. Yaitu meningkatkan lagi perlawanan kita terhadap terorisme dan para bandit itu akan merasakan nya.

Mr. Erdogan dalam pidato nya di malam senin setelah kejadian penembakan itu mengatakan bahwa pembunuhan itu adalah upaya provokasi untuk menggagalkan usaha kerja sama Turki dan Rusia untuk berkolaborasi lebih dekat dalam hal regional dan ekonomi.

“Kita semua tahu bahwa provokasi biadab ini bertujuan untuk menghancurkan hubungan kerja sama Turki dan Rusia yang baru mulai normal kembali,” kata Mr. Erdogan. “Tapi pemerintahan Rusia dan Republik Turki tidak akan termakan oleh provokasi itu, malah kami akan meningkatkan lebih dalam kerja sama kedua negara.”

Insiden penembakan itu terjadi setelah serangkaian protes yang dilakukan oleh masyarakat Turki. Mereka marah terhadap dukungan Rusia terhadap pemerintahan Syria dalam konflik berkepanjangan di Syria itu, serta korban dan juga kehancuran kota Aleppo.

Ambasador Rusia itu di tembak dari belakang dan langsung terjatuh ke lantai pada saat sedang berpidato di acara pameran fotografi menurut beberapa sumber yang menyaksikan kejadian tersebut di Contempory Arts Center di daerah Cankaya, Ankara.

Penembak itu mengenakan setelan jas hitam dan dasi rapi, seperti yang terlihat di dalam video penembakan di bawah, Jihadis tersebut menodongkan senjatanya dan berteriak dalam bahasa Arab “Allahu’akbar !!! Siapa saja yang bersumpah setia kepada Muhammad untuk jihad, Allahu’akbar!”

Diplomat Rusia Ditembak Mati Oleh Jihadis

Kemudian dia menoleh kepada masyarakat Turki yang berada di sana juga dan berteriak “Jangan lupakan Aleppo, Jangan lupakan Syria! Mundur! Mundur! Hanya kematian yang bisa menyingkirkan saya dari sini”

Hasim Kilic, seorang fotografer Turki untuk organisasi berita Hurriyet yang menyaksikan insiden penembakan itu kemudian menjual foto yang di dapatkan nya ke Reuters. Dalam interview melalui telepon, Mr. Kilic mengatakan bahwa penembak itu menembakkan setidak nya 7 kali tembakan kepada Ambasador Rusia itu. “Empat tembakan dari belakang punggung, serta tiga tembakan lagi pada saat Ambasador Rusia itu sudah terlentang di lantai” dan para tamu mulai berteriak panik dan menyebar mencari tempat sembunyi.

Mr. Kilic yang saat itu sedang berjongkok di belakang meja cocktail yang cukup jauh dari penembak mengatakan bahwa jihadis itu memerintahkan kepada semua orang untuk keluar dari ruangan itu dan menolak permintaan dari pihak keamanan untuk menjatuhkan senjatanya. “Panggil Polisi, dan saya akan mati disini,” seperti yang di kutip oleh Mr. Kilic dari ucapan penembak itu.

Pihak berwajib Turki mengatakan bahwa penembak itu sudah terbunuh setelah adu tembak dengan Pasukan Khusus Turki.

Dia di kenali oleh menteri dalam negeri Turki sebagai Mevlut Mert Altintas, berasal dari provinsi di bagian barat Aydin dan lulusan dari akademi polisi di Izmir. Media berita lokal melaporkan bahwa ibu Mr. Altintas dan juga kakak nya telah di tahan serta sebuah komputer telah di sita dari rumah mereka oleh pihak berwajib Turki.

Meskipun masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa penembak ini adalah atas dasar motivasi pribadi, penggunaan kata slogan Jihadis dan disinggungnya masalah Syria menambah kemungkinan dia adalah anggota, jika bukan simpatisan dari grup Islami yang berafilasi dengan Al Qaeda’s atau ISIS. Karena Turki pernah di tuduh mendukung dan berpihak kepada organisasi ekstrimis tersebut oleh sekutu Turki dulu, termasuk Amerika.

Menteri Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan kepada ISUPOLITIK.com situs berita dan isu politik terkni bahwa Mr. Karlov telah meninggal dunia karena penembakan itu yang di sebutkan sebagai serangan teroris. Menteri Dalam Negeri Turki mengatakan bahwa Ambasador Rusia tersebut telah meninggal di rumah sakit Guven di Ankara.

Diplomat Rusia Ditembak Mati Oleh Jihadis

Media Rusia juga mengabarkan bahwa istri dari Ambasador tersebut langsung pingsan dan di larikan ke rumah sakit setelah mengetahui berita kematian suami nya. Media Rusia juga menyampaikan himbauan agar berhati hati bagi para turis asal Rusia yang sedang berada di Turkey dan disarankan untuk tidak meninggalkan kamar hotel mereka ataupun mengunjungi tempat tempat umum.

Media Rusia Tass News Agency melaporkan bahwa Mr. Karlov telah di tembak dari belakang saat menyelesaikan pidato pada acara pembukaan dari pameran seni yang bertajuk “Rusia di Mata Turki”

Mr. Karlov yang memulai karir nya sebagai diplomat di tahun 1976 bekerja dengan penuh dedikasi di Korea Utara untuk dua dekade, sebelum berganti tempat di tahun 2007, berdasarkan biografi yang bersumber dari situs kedutaan besar Rusia. Dia menjadi ambasador di bulan Juli 2013.

Ambasador Rusia Ditembak Mati Oleh Jihadis

Amerika yang selama ini selalu bersitegang dengan Rusia perihal masalah konflik Syria dengan cepat menyatakan mengutuk pembunuhan di Ankara itu. Dalam pernyataan nya sekertaris negara John Kerry menyebut insiden itu “serangan yang menjijik kan yang juga penghinaan terhadap semua hak dari para diplomat yang seharus nya aman dan terjamin untuk maju dan merepresentasikan negara nya di berbagai belahan dunia”

Pejabat tinggi lain nya Jens Stoltenberg, yang sebelumnya sering mengkritik aksi Rusia di Syria dan berbagai tempat lainnya juga menyampaikan bela sungkawa nya dan mengatakan bahwa “Tidak ada pembenaran dari tindakan yang sungguh tidak terpuji seperti ini” Jens Stoltenberg yang merupakan sekjen NATO mengatakan di Twitter nya. “Saya terkejut dengan kejadian teror yang tidak masuk di akal seperti ini”

Presiden terpilih Amerika Serikat yang baru Donald J. Trump yang selalu di tuduh oleh para kritikus sebagai orang yang pro kepada Rusia, mengatakan dalam pernyataan nya bahwa Mr. Karlov telah di bunuh oleh teroris dari Islam Radikal.

Perang berkepanjangan di Syria ini telah menggoyang kestabilan di Eropa dengan ratusan ribu pengungsi perang, memunculkan seranga teroris di Paris dan Brussels, dan kebangkitan dari ISIS yang saat ini mengontrol beberapa daerah di Irak dan Syria.

LEAVE A REPLY